Jumat, 26 Oktober 2012

Jembatan Tua Sumber Kulon Berbah

Setelah lama sekali gak posting di blog, akhirnya bisa bikin postingan juga. Postingan kali ini tentang perburuan jembatan yang ada di Jogjakarta, baik jembatan gantung maupun jembatan tua.
Sebenarnya tidak ada yang spesial dengan jembatan ini, hanya besi tua tetapi masih kokoh berdiri. Entah kenapa saya jadi tertarik untuk mengexplor jembatan ini. Jembatan ini berada di atas sungai Nggrembyangan yang berada di wilayah Sumber Kidul, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.
Tidak sulit untuk menemukan jembatan ini, dari Blok O ke arah timur, ikuti jalan tersebut sampai menemukan pertigaan, kemudian ambil kiri di tandai gapura yang bertuliskan Sumber Kulon. Ikuti jalan tersebut sampai jalan menurun, kemudian anda akan menemui sebuah jembatan, jembatan tua berada di sebelah kanan jembatan baru tersebut.
Beberapa kali saya melewati jembatan tua ini banyak kegiatan yang ada di bawah jembatan, yang pernah saya lihat antara lain kegiatan para resimen mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan turun ke bawah dengan menggunakan tali, ada juga anak-anak sma yang sedang kumpul-kumpul entah kelompok belajar atau sekedar ngobrol yang tidak kalah menarik ternyata jembatan ini juga sering di pakai untuk sesi pemotretan. Banyaknya pepohonan di sekitar sungai membuat hawa di sekitar menjadi segar, membuat orang-orang yang datang betah berlama-lama berada di bawah jembatan. Sempat juga saya pergoki sepasang muda mudi yang sedang memadu kasih.
Yang menarik, tekstur batu-batu yang ada di sungai ini berbeda dengan sungai kebanyakan yang di kiri kanan sungai biasanya berupa tanah, tidak banyak info yang bisa didapat dari uniknya teksture batuan di sungai ini.

Untuk turun ke bawah anda bisa melewati samping jembatan baru, bisa dari sebelah barat atau timur. Kalau dari sebelah timur, anda bisa sekalian memarkir kendaraan karena kalau anda memarkir kendaraan di atas jembatan akan rawan dari tindak kriminal dan tentu saja jauh dari pengawasan anda.
Pada saat saya datang ke sini kebetulan sedang musim kemarau sehingga tekstur batu-batu masih dapat dinikmati, karena kalau musim penghujan aliran air cukup deras. Dari bawah jembatan saya coba menyusuri sungai melewati batu-batu yang ada di pinggir sungai.
 Semakin ke selatan debit air mulai banyak dan membentuk seperti telaga kecil, kebetulan ada anak-anak sekitar yang sedang bermain air dari ekspresi wajah bocah-bocah tersebut, mereka tampak senang dengan permainan yang mereka lakukan di air.
Dari telaga kecil sebenarnya saya masih penasaran pingin menyusuri aliran sungai tersebut, tetapi dengan pertimbangan jauh dari lokasi parkir karena mengkhawatirkan kendaraan akhirnya rencana menyusuri sungai saya akhiri. Tips bagi anda yang pingin menyusur sungai, lebih baik sobat menitipkan kendaraan di rumah penduduk sekitar.
 

9 komentar:

  1. Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Alhamdulillah kita masih diberi ALLAH SWT , nikmat umur buat menyambut Idul Adha tahun ini,
    semoga rahmat dan karunia ALLAH SWT selalu menyertai kita semua,
    selamat merayakan Hari Raya Idul Adha,
    bila ada salah dan khilaf dalam kata serta sikap selama ini, mohon di maafkan lahir dan batin.
    Wassalam

    BalasHapus
  2. itu termasuk kawasan karst berarti ya?
    sepertinya pernah denger kata kata berbah :D

    BalasHapus
  3. heheh beberapa kali lewat sini mas..selalu liat yg lg foto2.. kmrn tngl 24 hhehe

    BalasHapus
  4. enak jg ya ngadem di pinggir telaga. Tp kliatannya t4nya sepi ya.. klo sndrian ngeri jg :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya ngeri juga mbak kalau sendiri

      Hapus
  5. Keren euy, ditunggu postingan tentang jembatan2 selanjutnya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih sudah mampir komentar mbak

      Hapus
  6. Itu daerah yg banyak kuburannya bukan om?

    BalasHapus