Rabu, 18 April 2012

Berebut Gunungan Gethuk

Hari minggu kemarin(15/04/2012) adalah hari yang spesial untuk warga kota Magelang karena merupakan puncak rangkaian peringatan Hari jadi Kota Magelang ke-1106. Jadwal yang tertulis di FB Wisata Magelang dimulai pukul 8 pagi. Karena ingin mengabadikan persiapan acara maka saya dan istri tercinta putuskan untuk berangkat pagi dari Yogyakarta berangkat pukul 6 pagi sehingga masih ada waktu satu jam untuk mengambil beberapa gambar persiapan para peserta.
dua gunungan yang akan diperebutkan

salah satu kelompok peserta
Ternyata prosesi acara mundur satu jam dari jadwal semula yang seharusnya di mulai pukul 8 menjadi pukul 9. Prosesi dibuka dengan arak-arakan rombongan Wali Kota Magelang beserta segenap jajarannya dari Masjid Agung Kota Magelang menuju panggung kehormatan di sisi timur alun-alun. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Jawa, dimana seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat Jawa. Tidak hanya pakaian, aba-aba dan sambutan inspektur upacara pun menggunakan bahasa Jawa.
orkes Kluntung Topeng Ireng
Setelah Upacara resmi selesai masyarakat disuguhi tarian trdisional kolosal yang menarik dan spektakuler, dipentaskan oleh lebih dari 190 penari yang merupakan pelajar dan putra-putri Kota Magelang alumni ISI Yogyakarta dan Surakarta. Mereka menarikan tari Laskar Kolosal dan tari Undhuk Kolosal dan Orkes Klunthung Topeng Ireng.
para penari wanita

Kemudian usai pertunjukkan sendratari berjudul Dumadining Kutho Magelang yang diperankan oleh seniman-seniman Magelang, acara puncak yaitu grebeg gethug pun seger dimulai. Masyarakat beramai-ramai memperebutkan gunungan gethuk dan hasil bumi.

Dipilih gethuk karena gethuk merupakan makanan khas kota Magelang yang terbuat dari bahan bahan dasar ketela pohon. Gunungan gethuk disusun sedemikian rupa menyerupai Gunung Tidar dan Water Torn sebagai simbol kota ini. Prosesi ini memang yang dinanti-nantikan masyarakat, sebab mereka bisa ramai-ramai berebut gethuk dan hasil bumi dan hanya diselenggarakan setahun sekali. Gethuk yang diperebutkan benar-benar gethuk yang bisa dimakan oleh masyarakat dan bukan sekadar replika.
masyarakat antusias berebut gethuk
Rangkaian prosesi tersebut dilanjutkan dengan kirab budaya (karnaval kesenian) yang diikuti oleh belasan kelompok peserta yang menampilkan sejumlah tarian kesenian tradional serta mobil-mobil hias nan unik menarik. Mereka berkeliling di sepanjang jalan-jalan utama kota Magelang.

14 komentar:

  1. kompak banget ya ama istri..:-)
    akangku mah suka males diajak ngelayap pagi..hehehe..

    eniwei, foto penari wanitanya kereeennn..

    BalasHapus
    Balasan
    1. harus kompak mbak, kalau gak kompak bisa dapet SP hehehehe.....

      Hapus
  2. tentu seru dan ramai pengunjung itu acara gan ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. pasti seru sobat, karena ini acara tahunan buat masyarakat

      Hapus
  3. Yang pake caping sekseh ooiyyy

    BalasHapus
  4. meriah banget sob..! :)
    btw kota malang trnyata tua banget ya, 1106 tahun, berarti lebih tua dr umur indonesia... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. karena acara rakyat jadi meriah sobat

      Hapus
  5. dapet apemnya ga mas kemarin :D
    foto penarinya keren :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. apemnya gk ada mas, cuma gethuk yang ada sesuai judulnya grebeg gethuk

      Hapus
    2. eh iya maaf mas kmrn salah tulis -__-

      Hapus
  6. aku tinggal 'n besar di Magelang, tp blm pernah liat acara itu.. huhuuu payah bgt ya.. pdhl seru ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga lain waktu bis lihat dan merasakan gethuknya mbak

      Hapus
  7. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    hilangkan rasa gengsi mu untuk maju lebih baik.,.
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus