Sabtu, 28 Januari 2012

Menikmati Karya Seni di Biennale Jogja XI 2011

Bagi sobat rumputilalang yang suka akan seni pasti tidak akan menyia-nyiakan suatu pameran seni, begitu pun dengan saya yang suka sekali dengan hal-hal yang berbau sedap seni terutama pameran seni, baik seni rupa maupun seni musik. Maka pada hari sabtu (31/12/11) saya berkesempatan mengunjungi pameran seni Biennale Jogja XI 2011 di Taman Budaya, Jl. Sri Wedani no. 1, Yogyakarta.
Sekilas Tentang Biennale Jogja XI/ Equator #1
Biennale Jogja adalah event dua tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1988 dan kini telah mencapai usianya yang ke 22. Sebagai salah satu event seni rupa yang cukup bergengsi, Biennale Jogja telah menjadi acuan dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Pada Biennale Jogja XI kali ini, Yayasan Biennale Yogyakarta berfokus pada usaha untuk mengorganisir Biennale yang berskala internasional untuk membangun dialog, kerjasama dan kemitraan antar bangsa (sumber: biennalejogja.org).
Pada pameran Biennale Jogja XI 2011 kali ini diikuti oleh 40 seniman Indonesia dan India dengan fokus tema Religiusitas, Spiritualitas dan Kepercayaan. Empat puluh seniman, 25 dari Indonesia dan 15 dari India akan mempresentasikan karya-karya yang kontekstual dan merepresentasikan situasi sosial terkini yang melingkupi ruang hidup mereka. Mereka akan menampilkan karya-karya secara individual, kelompok, maupun proyek-proyek seni komunitas.
Selain di Taman Budaya Yogyakarta pameran juga di selenggarakan di Jogja National Museum, Jl. Gampingan no. 1, Yogyakarta. Tapi kata teman saya yang sudah terlebih dahulu melihat pameran, bagus yang di Taman Budaya. Karena suasana sudah mulai ramai pengunjung akhirnya saya pun mengakhiri kunjungan. 

Rabu, 25 Januari 2012

Award dari Pattah's Blog

Sore-sore buka blog baca di kotak komentar, begini kata-katanya "ada bingkisan sederhana dari saya buat abang, silahkan di ambil bang :)". Langsung saja saya meluncur ke blog sobat, ternyata ada award buat blog yang jauh dari sempurna ini. Award saya peroleh dari sobat rumputilalang yaitu Pattah's Blog. Sobat rumputilalang ini memberikan 3 Award sekaligus, antara lain di bawah ini:



Masih ada 1 lagi Award yang gak kalah menarik dari Pattah's Blog yang diberikan kepada blog rumputilalang, yaitu Award Bergoyang dari blognya sendiri. Awardnya di bawah ini:
Dan tak lupa Award akan saya berikan kepada sobat rumputilalang agar bisa menikmati kebahagian yang sama. Sobat rumputilalang yang mendapatkan Award kali ini adalah:
7.  Madhek Blog 
10. Akhsa Nant 
Selamat kepada sobat rumputilalang yang mendapatkannya, semoga bisa diteruskan kepada sobat blogger yang lain.
 
 

Senin, 23 Januari 2012

Lebih Dekat Dengan Satwa-Satwa Di Kebun Binatang Gembira Loka

Hari libur Natal kemarin benar-benar saya manfaatkan untuk berlibur bersama keluarga, maka pada hari minggu (25/12/2011) kami (istriku, kedua adikku, dan 1 keponakan) pergi ke Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta.
Kenapa memilih Kebun Binatang?
Karena saya bersama istri pernah berjanji kepada ponakan, kalau libur Natal akan mengajak ponakan berlibur ke Kebun Binatang Gembira Loka. Berangkat dari rumah sudah cukup siang yaitu pukul 11:00 sampai di lokasi sudah ramai pengunjung, wajar saja karena hari itu hari minggu. Setelah membeli tiket masuk yang waktu itu naik menjadi Rp 15.000,00, kami langsung masuk dan tempat yang kami kunjungi adalah museum biologi.
Setelah puas menikmati isi museum biologi perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki menuju ke lokasi berikutnya yaitu Taman Reptil dan Amphibi, taman ini adalah taman baru yang dibangun pihak pengelola dengan banyak fasilitas yang menunjang interaksi pengunjung dengan beberapa hewan reptil dan amfibi, seperti ular python dan iguana,serta beberapa jenis kura-kura darat yang langka seperti kura-kura Indiana Star dan kura-kura Radiata.
Dari Taman Reptil dan Amphibi kami beralih ke satwa lain diantaranya harimau sumatera, tapir, buaya, wallaby, dan unta. Sempat memberi makan rusa juga, dengan Rp 1000,00 kita bisa membeli sayuran yang disediakan pengelola.
Kunjungan saya ke Kebun Binatang kali ini adalah kunjungan saya yang ketiga kalinya, yang pertama pada waktu masih duduk di bangku sekolah dasar, yang kedua tugas dari kantor, dan yang terakhir bersama keluarga. Banyak perubahan-perubahan dan penambahan wahana baru antara lain sirkuit ATV, perahu boat, perahu banana "ORCA", serta kapal Katamaran yang bisa memuat banyak orang. Kami pun tertarik untuk mencoba, dengan biaya Rp 10.000,00 pengunjung bisa naik kapal Katamaran ini. Rute kapal Katamaran yaitu kolam besar mirip danau buatan yang berada di tengah-tengah kebun binatang,
sebelum diperbiki (10/08/2010)

setelah diperbaiki (26/12/2011)
Setelah puas mencoba wahana baru kami pun mengakhiri petualangan di hutan buatan dengan rasa lapar dan haus karena cuaca kala itu panas sekali sobat.

Selasa, 10 Januari 2012

Mengunjungi Candi Barong Yang Unik

 Setelah lama tidak mmotret candi akhirnya hasrat itu datang lagi. Maka hari sabtu kemarin(07/01/2012) saya lanjutkan penjelajahan memotret candi-candi di sekitar daerah Prambanan. Tujuan saya kali ini adalah Candi Barong salah satu candi unik yang terdapat di wilayah selatan Candi Prambanan, tepatnya di perbukitan Dusun Candi Sari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Ini adalah kali ke dua kedatangan saya ke Candi Barong, dulu saya sampai di Candi Barong sudah sore dan cuaca juga tidak mendukung untuk berburu sunset alhasil tidak ada foto yang bagus yang bisa saya posting.
 Ada banyak rute untuk bisa sampai ke Candi Barong, karena saya dari arah Solo maka jarak terdekat dariarah utara. Rutenya yaitu dari batas antar kota Klaten-Jogja ada jalan ke kiri, ikuti sampai melewati rel kereta api. Dari rel kereta api lurus saja dan ikuti jalan yang berkelok-kelok itu sampai ada pertigaan penunjuk arah ke candi. Ambil arah yang ke kiri dan ikuti jalan itu, dari kejauhan candi akan tampak. 

Diperkirakan Candi Barong dibangun sekitar abad IX-X Masehi. Latar belakang keagamaan candi ini adalah Hindu. Hal ini diketahui dari adanya temuan arca yang diidentifikasikan sebagai Dewi Sri, istri Dewa Wishnu yang merupakan dewi kesuburan, adanya hiasan kerang bersayap (sankha) yang merupakan salah satu simbol (laksana) dewa Wishnu, dan bagian
 puncak bangunan (kemuncak) yang berbentuk permata (ratna). Bangunan candi ini diperkirakan berfungsi untuk kegiatan pemujaan yang berhubungan dengan permohonan kesuburan. Hal ini mungkin berkaitan dengan kondisi tanah di sekitar candi yang kurang subur, sehingga dengan memuja Dewi Sri diharapkan keadaan tanah akan menjadi subur.
Dari pelataran candi pengunjung bisa menikmati viuw luas bukit hijau yang membentang, dari bukit ini pula pengunjung dapat melihat Candi Banyunibo dari atas yang dikelilingi hijau dedaunan bak karpet yang dibentangkan.
 Karena cuaca tidak memungkinkan, akhirnya penjelajahan di Candi Barong saya akhiri dengan hasil foto yang lumayan untuk diposting. Untuk tiket masuk pengunjung di bebaskan atau sukarela sobat dan jangan lupa mengisi daftar tamu.

Selasa, 13 Desember 2011

Kali Gendol Pasca Erupsi Merapi 2010

Hari minggu kemarin (11/12/11) saya berkesempatan berkunjung ke kawasan Kali Gendol,  Yogyakarta, tepatnya di lokasi cek dam atau tanggul penghambat yang berada di desa Tambakan Morangan, Kelurahan Sindumartani, Ngemplak, Sleman. Kali Gendol adalah salah satu sungai yang berhulu di Gunung Merapi yang menjadi luncuran utama awan panas dan lahar dingin. Alur kali sedalam sekitar 3-4 meter dengan lebar sekitar 60 meter kini tertutup atau dipenuhi material vulkanik. Pagi-pagi berangkat dari Yogyakarta berharap dapat awan cerah, tetapi sampai di lokasi Gunung Merapi sedang malu untuk di abadikan karena tertutup awan yang turun pagi itu. Akhirnya saya hanya mengabadikan aktivitas para penambang pasir, di bawah ini beberapa foto yang berhasil saya abadikan.






Jumat, 09 Desember 2011

Keindahan Awan # 02

Tanggal 7 Desember kemarin mungkin bagi pecinta fotografi lanskap adalah waktu yang ditunggu-tunggu, karena cuaca cerah mengembirakan. Begitu pun dengan saya yang suka banget dengan sunset, tapi karena spot gak ada yang bagus akhirnya cuma dapat spot di sawah. Tapi bagi saya moment juga sangat penting. Di bawah ini beberapa moment menjelang senja yang saya abadikan di daerah Klaten, Jawa Tengah.
Semoga bisa dinikmati






Rabu, 23 November 2011

Naik Kuda Keliling Candi Gedong Songo

Jika kita berkunjung ke Candi Gedong Songo tak lengkap jika tidak mendatangi semua candi yang ada di kawasan Candi Gedong Songo. Tetapi tidak semua orang sanggup menjelajahinya, karena kawasan candi ini sangat luas sekali. Tetapi sobat rumput jangan khawatir akan capek, karena di kawasan ini ada jasa penyewaan kuda yang ongkos sewanya terjangkau kantong pengunjung. Berikut ini beberapa aksi pengunjung di atas kuda yang saya abadikan.




Minggu, 20 November 2011

Menjelajah Candi Gedong Songo

Setelah lama berkutat dengan rutinitas pekerjaan, akhirnya ada juga waktu untuk menjelajah tempat-tempat eksotis di Indonesia. Setelah menjelajah Rawa Pening penjelajahan berlanjut ke dataran tinggi Ungaran, yaitu ke Candi Gedong Songo. Bersama tiga teman, kami berangkat dari Salatiga menggunakan motor kesayangan masing-masing.
Kompleks wisata Candi Gedong Songo terletak sekitar 1.200 meter DPL di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Jika dari Bandungan, ambil arah ke barat sejauh kurang lebih 15 km.
Jalan menuju lokasi candi berkelok-kelok dan tanjakannya lumayan jahanam, jika kondisi motor tidak baik sudah pasti dapat dibayangkan. Kami pun sempat berhenti di gardu, karena tergoda gadis pemandangan yang ada di bawah, sekalian mendinginkan mesin motor.
istirahat sebentar
tampak Gunung Ungaran
Rasa capek dan lelah melewati tanjakan-tanjakan neraka jahanam terbayar dengan panorama alam menuju ke candi.  Akhirnya sampai juga kami di kawasan wisata Candi Gedong Songo. Kata “Gedong Songo” berasal dari bahasa Jawa “Gedong” yang berarti bangunan dan “Songo” yang berarti sembilan. Meski namanya Gedong Songo, tetapi cuma ada 5 candi saja yang masih berdiri kokoh. Empat candi lainnya cuma puing-puing saja. Semua candi ini terletak menyebar di beberapa bukit ke atas, dengan urutan candi nomor satu berada di paling bawah, kemudian berurutan hingga ke atas.
Mari kita jelajah candi satu persatu sobat rumputilalang

CANDI GEDONG SATU

Untuk menuju ke Candi Gedong Satu sobat rumput harus berjalan sejauh 200 meter melalui jalan setapak yang naik.Candi ini hanya terdiri atas sebuah candi saja. Tetapi ditengarai ada candi perwara, dengan melihat puing-puing di sekitar candi ini.  Bentuk atap candinya terdiri atas 3 tingkat. Masing-masing tingkat dihiasi oleh segitiga-segitiga dengan ukiran yang cantik. Yang unik, di dalam candi pertama ini, kita dapat menemukan Yoni namun tanpa Lingga.

CANDI GEDONG DUA
hutan pinus menuju area Candi Gedong Dua
Perjalanan berlanjut ke candi kedua. Candi kedua terdiri atas sebuah candi saja. Namun kita juga dapat menemukan puing-puing yang ditengarai merupakan candi perwara. Candi ini kondisinya yang paling baik di antara candi-candi lainnya.
Karena di areal Candi Gedong Dua banyak pengunjung saya putuskan mengabadikan candi dari atas.

CANDI GEDONG TIGA
tampak pemandangan di bawah yang diambil dari Candi Gedong Tiga
dari sudut yang berbeda
Di komplek ini ada tiga candi yang berdiri kokoh. Sebuah candi perwara di samping candi utama dan sebuah bangunan semacam ruang penyimpan di depan candi utama. Atap candi utama terdiri atas 4 tingkat dengan hiasan stupa dan Antefix, atap candi perwara teridiri atas 3 tingkat dengan hiasa stupa dan Antefix, serta bangunan di depan candi utama yang beratap stupa berderet 3 buah.
tampak taman dan pemandian air hangat dari Candi Gedong Tiga



CANDI GEDONG EMPAT
kabut mulai turun
Candi keempat ini mempunyai keunikan tersendiri. Ditengarai ada 8 candi perwara yang mengelilingi candi utama. Ini bisa dilihat dari puing-puing yang berformasi 2 candi di samping kanan-kiri, sebuah di belakang, dan 3 buah di depan candi utama. Atap candi utama terdiri atas 4 tingkat, di mana masing-masing tingkat terdapat hiasan stupa. Pada dinding candi utama di sebelah selatan, terdapat sebuah arca yang tidak jelas arca siapa.
satu candi yang masih satu area dengan Candi Gedong Empat


CANDI GEDONG LIMA 
kabut mulai turun di Candi Gedong Lima
Candi kelima ini bentuknya mirip dengan candi keempat. Atap 4 tingkat dengan hiasan stupa, serta puing-puing candi perwara di sekitar candi utama. Candi terakhir ini banyak dikunjungi para wisatawan karena tempatnya yang luas, sekaligus untuk beristirahat. Ada juga yang berfoto dengan menggunakan Gunung Ungaran sebagai backgroundnya. 
aksi fotografer keliling
Akhirnya penjelajahan sembilan candi pun berakhir, waktunya untuk turun bukit karena kabut juga sudah turun lumayan tebal. Perjalanan turun juga tidak kalah serunya dengan perjalanan pada waktu naik, kita akan disuguhi pamandangan ladang-ladang milik penduduk sekitar yang ditanami berbagai macam sayuran, bunga dan juga hutan pinus.