Selasa, 23 Agustus 2011
Senin, 22 Agustus 2011
Candi Banyunibo, Keindahan Yang Tersembunyi
Perburuan candi masih saya lanjutkan, hari Sabtu kemarin (20/08/2011) dari Kota Klaten saya langsung meluncur ke arah Candi Banyunibo. Rutenya yaitu dari pertigaan Prambanan ambil arah kiri, yaitu menuju jalan Jogja-Piyungan. Ikuti jalan sampai ada papan penunjuk arah ke Candi Boko, kemudian ke kiri. Ada perempatan lurus saja, kalau ke kiri kita menuju Candi Boko, kalau ke kanan ke arah Candi Ijo. Dari jalan ini sempat tersesat sebentar karena wujud candi tidak terlihat dari kejauhan karena tertutup pohon tebu yang tinggi. Tapi akhirnya ketemu juga, sebelum jembatan ambil arah ke kanan.
Candi Banyunibo terletak di Dusun Cepit, Kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Yogyakarta. Candi Banyunibo dalam bahasa jawa berarti air yang jatuh atau menetes. Candi ini dibangun pada sekitar abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno. Pada bagian atas candi ini terdapat sebuah stupa yang merupakan ciri khas agama Buddha. Keadaan dari candi ini terlihat masih cukup kokoh dan utuh dengan ukiran relief kala-makara dan bentuk relief lainnya yang masih nampak sangat jelas. Candi yang mempunyai bagian ruangan tengah ini pertama kali ditemukan dan diperbaiki kembali pada tahun 1940-an, dan sekarang berada di tengah wilayah persawahan.
Untuk tiket masuk pengunjung dewasa dikenai biaya Rp 2000,- sedangkan anak-anak Rp 1000,-.
Jumat, 05 Agustus 2011
Pohon Randu (Galeri Foto)
Di bawah ini beberapa koleksi pohon randu selama musim kemarau yang saya abadikan di berbagai daerah di Jawa Tengah dalam berbagai kondisi.
Selasa, 02 Agustus 2011
Motret Benda Bersinar Alias Bulan
Salah satu benda angkasa yang bersinar adalah bulan, hampir setiap malam kita pasti melihatnya.
Seumur hidup baru kali ini niat saya motret bulan kesampaian, foto-foto bulan ini saya abadikan pada saat terjadi peristiwa langka yaitu pada saat gerhana bulan total yang terjadi tanggal 16/6/2011. Berbekal kamera pinjaman, bersama teman kami cari spot yang bagus, sekitar setengah jam kami muter-muter akhirnya gak dapat spot yang diharapkan, akhirnya kembali lagi ke rumah teman dan dapat spot di sekitar rumah teman saya yaitu dekat sawah-sawah. Yang perlu diperhatikan dalam njepret memotret bulan antara lain:
1. Sifat datang bulan yang memantulkan cahaya
2. Bulan merupakan bidang terang kecil di tengah-tengah kegelapan
3. Bulan senantiasa bergerak
4. Letak bulan sangat jauh, sedikit getaran saja akan menyebabkankabur blur atau dalam fotografi disebut shake.
2. Bulan merupakan bidang terang kecil di tengah-tengah kegelapan
3. Bulan senantiasa bergerak
4. Letak bulan sangat jauh, sedikit getaran saja akan menyebabkan
Sedikit berbagi tips untuk memotret bulan yang sebaiknya dilakukan adalah:
1. Gunakan tripod
2. Gunakan lensa dengan fokus yang cukup panjang, minimal 300 mm
3. Gunakan spot metering
4. Gunakan mode manual
--> Setting ISO 100 atau 200
--> Setting aperture f/5.6 atau f/8
--> Lakukan beberapa pemotretan dengan speed bervariasi
5. Jika perlu gunakan manual fokus
2. Gunakan lensa dengan fokus yang cukup panjang, minimal 300 mm
3. Gunakan spot metering
4. Gunakan mode manual
--> Setting ISO 100 atau 200
--> Setting aperture f/5.6 atau f/8
--> Lakukan beberapa pemotretan dengan speed bervariasi
5. Jika perlu gunakan manual fokus
Dalam mengabadikan foto bulan akan lebih menarik dan bercerita, jika dikombinasi dengan objek lain sebagai foreground (latar depan), seperti pepohonan, gedung, gunung, laut, dan lain-lain. Sayangnya, di sekitar rumah teman saya tak ada objek menarik untuk berduan bersanding dengan bulan.
Senin, 01 Agustus 2011
Motret Pagelaran Wayang Kulit
Hari Kamis kemarin (28/7/2011) saya motret pagelaran wayang dalam rangka mengakhiri rangkaian akhir Hari Ulang Tahun Kota Klaten yang ke 207. Bertempat di alun alun Kota Klaten wayang kulit digelar semalam suntuk dengan Ki dalang H. Anom Suroto, juga menampilkan Tokoh Gareng dan Yati Pesek dari Yogyakarta. Pagelaran wayang kulit ini adalah kali kedua saya memotretnya, yang pertama saya memotretnya di RSPD, dua-duanya tidak sampai selesai karena sudah gak tahan kuat dan pagi harus kerja hehehe. Pagelaran wayang kulit ini di hadiri Bupati Klaten H. Sunarno.
Kamis, 28 Juli 2011
Luweng Sampang part 2
Tempat ini dulu pernah saya kunjungi di bulan September tahun 2010 tapi pada saat musim hujan, dan sekarang saya berkunjung lagi pada musim kemarau. Luweng ini di beri nama Sampang karena diambil dari nama daerah di mana luweng ini berada yaitu di Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Yang membuat saya tertarik datang lagi ke tempat ini karena tekstur batu yang berbeda dari kebanyakan batu yang saya lihat. Tekstur batu-batu di Luweng Sampang ini seperti grand canyon di Amerika, yang membedakan hanya warna batunya. Di bawah ini beberapa foto yang berhasil saya abadikan.
Rabu, 27 Juli 2011
Sepeda Ria
Foto ini saya ambil di daerah Wedi, Klaten, Jawa Tengah yang berbatasan dengan daearah Kabupaten Gunung Kidul, awalnya saya mau menuju Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, kemudian
motor terhenti karena mata tergoda oleh pemandangan yang jarang saya temui di kota besar dan kesempatan langka ini tidak saya sia-siakan, selain dapat mengabadikan alam sekaligus dapat bonus cuci motor mata.
Ketika asyik jeprat-jepret dari arah belakang terlihat bocah-bocah sedang asyik bersepeda ria jenaka dengan santai, ada yang memakai sepeda onta, sepeda BMX, atau pun sepeda gunung. Langsung saja saya mengambil posisi untuk mendapatkan foto yang terbaik.
Setelah mereka lewat, saya melanjutkan jepret-jepret kamera masih di sekitar tempat ini, kurang lebih ada seperempat jam saya di lokasi ini, dari arah berlawanan kumpulan bocah-bocah bersepeda yang tadi saya potret lewat lagi. Akhirnya saya hajar abadikan juga dengan background yang berbeda.
Ternyata mereka sedang bersepeda ria sambil menikmati alam pedesaan yang hijau dan asri.
Selasa, 12 Juli 2011
Motret di Acara SIPA 2011
Berawal dari ajakan teman di kantor untuk melihat event Internasional yaitu SIPA (Solo International Performing Arts) 2011.
Event SIPA diadakan setahun sekali dan sudah berlangsung tiga kali yaitu dari tahun 2009. SIPA 2011 akan diselenggarakan pada tanggal 1-3 Juli 2011 di Pamedan Istana Mangkunegaran Solo. Tema yang diankat adalah Topeng. Bayangkan segala kehidupan yang ada di balik seni topeng. Tentang daya hidup keseniannya. Tentang beragam kultur dari masyarakat pendukungnya.
Tentang Pamedan Pura Mangkunegaran
Kawasan ini memiliki nilai heritage yang tinggi seiring dengan sejarah perkembangan kadipaten Mangkunegaran yang didirikan oleh Pangeran Sambernyawa pada bulan Maret 1757. Di luar itu letaknya juga strategis karena berada di tengah kota.
Selain itu mengingat Pura Mangkunegaran sebagai salah satu tempat bersejarah maka diharapkan dapat sekaligus mempromosikan Pura Mangkunegaran kepada dunia.Karena keterbatasan waktu, saya tidak bisa mengikuti seluruh rangkaian acara yang berlangsung tiga hari. Saya datang hanya pada hari pertama. Hari pertama diikuti 6 delegasi. Karena bukan undangan, jadi hanya bisa menonton dari pinggir agak jauh dari panggung utama, jadi mohon maaf kalau foto-fotonya kurang bagus.
Delegasi yang mengisi pada pembukaan SIPA 2011 antara lain
Didik Nini Thowok – Yogyakarta
Hahoe Pyolshin-Gut T’al-nori – Korea
Daya Presta – Jakarta
Senin, 11 Juli 2011
Suatu Sore di Embung Tambakboyo
Embung Tambakboyo adalah nama Bendungan air yang terletak di Dusun Tambakboyo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Embung dalam bahasa Indonesia berarti waduk sedangkan Tambakboyo adalah nama daerah dimana waduk itu berada. Untuk menuju lokasi Embung Tambakboyo dari perempatan Ring Road UPN Yogyakarta menuju arah utara kurang lebih 1,5 kilometer. Di sana akan terlihat papan penunjuk lokasi.
Embung Tambakboyo mempertemukan tiga desa yakni desa Condongcatur dan Maguwoharjo di wilayah kecamatan Depok, serta desa Wedomartani di wilayah kecamatan Ngemplak.
Sedang luas genangan air 7,8 hektar. Untuk tiket masuk tidak ada, pengunjung hanya dikenakan biaya retribusi untuk mobil Rp 2.000 dan sepeda motor Rp 1.000. Sumber air dari Embung Tambakboyo berasal dari sungai Tambak Bayan dan sungai Buntung.
Selain sebagai tempat wisata air di Embung Tambakboyo juga bisa di jadikan tempat alternatif memancing yang murah meriah, ikan yang tersedia antara lain ikan kotes, ikan wader, dan ikan nila.
Suasana di sekitar Embung Tambakboyo juga masih sangat asri di dukung hijaunya tumbuhan yang mengelilingi embung ini. Jika anda datang di Embung Tambakboyo, anda bisa menikmati view Gunung Merapi dari sini.
Menjelang sore ditempat ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang akan melakukan aktivitas di sore hari seperti lari sore, sepeda santai, atau muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu berduaan bersama pasangannya.
Yang tidak kalah menarik di Embung Tambakboyo jika cuaca sore hari cerah adalah, anda dapat menikmati matahari tenggelam dari atas bukit di sisi timur.
Semoga bisa dinikmati para pembaca dan sahabat-sahabat blog rumputilalang.
Embung Tambakboyo mempertemukan tiga desa yakni desa Condongcatur dan Maguwoharjo di wilayah kecamatan Depok, serta desa Wedomartani di wilayah kecamatan Ngemplak.
Sedang luas genangan air 7,8 hektar. Untuk tiket masuk tidak ada, pengunjung hanya dikenakan biaya retribusi untuk mobil Rp 2.000 dan sepeda motor Rp 1.000. Sumber air dari Embung Tambakboyo berasal dari sungai Tambak Bayan dan sungai Buntung.
Selain sebagai tempat wisata air di Embung Tambakboyo juga bisa di jadikan tempat alternatif memancing yang murah meriah, ikan yang tersedia antara lain ikan kotes, ikan wader, dan ikan nila.
Suasana di sekitar Embung Tambakboyo juga masih sangat asri di dukung hijaunya tumbuhan yang mengelilingi embung ini. Jika anda datang di Embung Tambakboyo, anda bisa menikmati view Gunung Merapi dari sini.
Menjelang sore ditempat ini akan dipenuhi oleh orang-orang yang akan melakukan aktivitas di sore hari seperti lari sore, sepeda santai, atau muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu berduaan bersama pasangannya.
Yang tidak kalah menarik di Embung Tambakboyo jika cuaca sore hari cerah adalah, anda dapat menikmati matahari tenggelam dari atas bukit di sisi timur.
Semoga bisa dinikmati para pembaca dan sahabat-sahabat blog rumputilalang.
Langganan:
Postingan (Atom)



























